KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

MINISTRY OF HEALTH REPUBLIC OF INDONESIA

  • Pengumuman Hasil Seleksi uji kompetensi JPT Madya 2015. Klik disini
  • Pengumuman Pendaftaran Calon Anggota Dewas dan Anggota Direksi BPJS. Klik disini

  • Hati-hati!! Penipuan melalui UNDANGAN PALSU mengatasnamakan DITJEN BINFAR dan ALKES. Undangan palsu
  • Capaian Kabinet Kerja dalam Infografis klik di sini
  • Hati-hati!! Penipuan mengatasnamakan Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Surat Penipuan

(31 Mei 2006) Sampai 30 Mei 2006 Jumlah Korban Meninggal Akibat Gempa DIY dan Jateng Mencapai 5.413

Dipublikasikan Pada : WED, 31 MAY 2006, Dibaca : 11.475 Kali

Sampai dengan 30 Mei 2006 pukul 19.00 WIB jumlah sementara korban meninggal dunia akibat gempa bumi tektonik berkekuatan 5.9 SR di Prov. DI Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah (Jateng) tanggal 27 Mei mencapai 5.413 orang dengan rincian 4.273 jiwa di DIY dan 1.140 jiwa di Jateng. Sementara itu, jumlah korban luka yang dirawat sebanyak 38.713 orang. Pengungsi di Kab. Bantul ditampung di 29 titik pengungsian dan setiap lokasi disediakan pelayanan kesehatan oleh Tim Kesehatan dari berbagai instansi/LSM.

Demikian laporan Kepala Bidang Pemantauan dan Informasi Pusat Penanggulangan Krisis (PPK) Depkes dr. Lucky Tjahjono, MKes. mengenai perkembangan permasalahan kesehatan akibat Gempa Bumi di Provinsi DI Yogyakarta danPropinsi Jawa Tengah sampai dengan 30 Mei 2006 pukul 19.00 WIB.

Rincian korban meninggal masing-masing : 137 orang di RS Bethesda, 121 orang di RSUP Dr. Sardjito, 67 orang di RS Panti Rapih, 67 orang di RS PKU Muhammadiyah, 7 orang di RSKB Soedirman, 74 orang di RS Wirosaban, 8 orang di RS Sudirohusodo, 212 orang di Kab. Sleman, 12 orang di RSUD Wonosari dan 3.568 orang di Kab. Bantul. Sedangkan di Kabupaten Klaten jumlah korban meninggal di berbagai rumah sakit dan Puskesmas sebanyak 942 orang, Kab. Magelang sebanyak 1 orang, di berbagai RS di Solo sebanyak 16 orang dan Kab. Boyolali sebanyak 4 orang.

Pusat Penanggulangan Krisis Depkes mendata tenaga kesehatan yang dikirim dari berbagai instansi/LSM dari dalam negeri ke lokasi bencana sebanyak 945 orang terdiri dari 131 dokter spesialis, 8 orang Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), 145 dokter umum, 3 bidan, 8 paramedis, 1 penata anastesi, 498 perawat, dan 144 tenaga kesehatan lainnya dan bantuan tenaga kesehatan dari luar negeri yaitu 23 dari Jepang, 34 orang dari Korea, 4 orang dari Singapura dan 12 orang dari Malaysia.

Fasilitas kesehatan yang mengalami rusak di Yogyakarta tercatat 6 Puskesmas dan 1 Pustu rusak berat, 9 Puskesmas dan 6 Pustu rusak sedang serta 3 Puskesmas dan 4 Pustu rusak ringan. Di Kabupaten Bantul tercatat 17 Puskesmas, 23 Pustu dan 16 Rumah Dinas rusak berat, 5 Puskesmas, 9 Pustu dan 9 Rumah Dinas rusak sedang, 5 Puskesmas dan 1 Rumah Dinas rusak ringan.

Menurut dr. Lucky Tjahjono, proses evakuasi korban terus dikerjakan dan pelayanan kesehatan dilakukan di rumah sakit-rumah sakit milik pemerintah maupun swasta. Sementara itu Kabupaten Bantul hari ini membuka Pos Kesehatan di Kecamatan Belingo sebagai pengganti Puskesmas yang rusak berat.

Lebih lanjut dikatakan, hambatan yang ditemui antara lain kurangnya obat-obatan dan bahan habis pakai di Kabupaten Klaten serta tenaga kesehatan, alat transportasi dan tambahan tempat tidur di RS Orthopedi Prof. Dr. R. Suharso Surakarta. Sementara bantuan yang dibutuhkan adalah tenaga dokter orthopedi serta instrumennya.

Hingga saat ini permasalahan kesehatan sedang ditangani oleh jajaran kesehatan setempat, jajaran kesehatan dari daerah lain, LSM, Depkes Pusat, WHO serta dari luar negeri. Upaya pemantauan terus dilakukan oleh Dinkes Propinsi Yogyakarta, Dinkes Kabupaten Sleman, Dinkesosos Kabupaten Klaten dan Pusat Penanggulangan Krisis Depkes.

Dalam upaya pemberian pelayanan kesehatan, Departemen Kesehatan membentuk Tim (Fasilitasi) yang berasal dari Unit Utama Depkes dan berkantor di RSU Dr. Sardjito Yogyakarta. Hari ini tanggal 30 Mei 2006 Depkes mengirimkan lagi 20 mobil Puskesmas Keliling beserta tenaga kesehatan serta obat-obatan. Setiap Puskesmas Keliling (Pusling) masing-masing dilengkapi 1 dokter, 2 perawat dan 1 orang sopir.

Sebelumnya, tanggal 28 Mei 2006 Depkes telah memfasilitasi pengiriman 206 tenaga kesehatan terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat dan tenaga kesehatan lainnya serta bantuan obat, alat kesehatan, bahan habis pakai, kantong jenazah, mobil ambulans. Tanggal 29 Mei 2006 Depkes kembali mengirimkan 32 orang perawat, 5 petugas logistik dan 10 mobil Pukesmas Keliling yang dilengkapi masing-masing 1 dokter, 2 perawat, 1 sopir dan obat-obatan.