KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

MINISTRY OF HEALTH REPUBLIC OF INDONESIA

  • Pengumuman Hasil Seleksi uji kompetensi JPT Madya 2015. Klik disini
  • Pengumuman Pendaftaran Calon Anggota Dewas dan Anggota Direksi BPJS. Klik disini

  • Hati-hati!! Penipuan melalui UNDANGAN PALSU mengatasnamakan DITJEN BINFAR dan ALKES. Undangan palsu
  • Capaian Kabinet Kerja dalam Infografis klik di sini
  • Hati-hati!! Penipuan mengatasnamakan Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Surat Penipuan

Penyebab Kematian Misterius 22 Pasien RS Carolus Belum Diketahui

Dipublikasikan Pada : TUE, 02 JAN 2007, Dibaca : 11.194 Kali

JAKARTA--MIOL: Departemen Kesehatan hingga kini belum mengetahui penyakit misterius yang dalam dua bulan terakhir menyebabkan kematian 22 pasien di Rumah Sakit St Carolus, Jakarta."Kita sudah melakukan penyelidikan rutin terhadap kemungkinan berbagai penyakit menular yang berpotensi wabah. Semuanya negatif. Belum ada kesimpulan lain," kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan I Nyoman Kandun di Jakarta, Jumat.

Ia mengemukakan hal itu terkait laporan sebuah surat kabar nasional The Jakarta Post mengenai kejadian penyakit misterius yang menyebabkan kematian 2 korban yang semuanya berusia lebih dari 40 tahun dan tinggal di dekat rumah sakit.

Kemungkinan terjadinya infeksi nosokomial (infeksi yang didapat atau timbul pada waktu pasien dirawat di rumah sakit-red) pun, kata dia, sudah diselidiki namun hasilnya negatif.

Ia menjelaskan pula bahwa pemeriksaan laboratorium terhadap sampel pasien penyakit misterius yang antara lain ditandai dengan gejala demam tinggi itu belum bisa digunakan untuk mengetahui penyebab kematian pasien-pasien tersebut.

Lebih lanjut Kandun menjelaskan bahwa sebenarnya kasus penyakit dengan gejala panas tinggi semacam itu sebenarnya juga banyak ditemui di rumah sakit yang lain.

"Tapi kenapa kita tertarik dengan kasus kali ini, karena terjadi peningkatan kasus nyata dalam dua bulan terakhir ini. Kita khawatir ini penyakit yang berpotensi wabah," demikian Kandun. (Ant/OL-03)