KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

MINISTRY OF HEALTH REPUBLIC OF INDONESIA

  • Pengumuman Hasil Seleksi uji kompetensi JPT Madya 2015. Klik disini
  • Pengumuman Pendaftaran Calon Anggota Dewas dan Anggota Direksi BPJS. Klik disini

  • Hati-hati!! Penipuan melalui UNDANGAN PALSU mengatasnamakan DITJEN BINFAR dan ALKES. Undangan palsu
  • Capaian Kabinet Kerja dalam Infografis klik di sini
  • Hati-hati!! Penipuan mengatasnamakan Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Surat Penipuan

Depkes Luncurkan Obat Murah pada 2007

Dipublikasikan Pada : TUE, 02 JAN 2007, Dibaca : 10.959 Kali

JAKARTA--MIOL: Departemen Kesehatan (Depkes) meluncurkan obat murah senilai Rp1.000 per satu kapletnya mulai Maret 2007.


Program tersebut merupakan bagian dari rencana awal Depkes, untuk memproduksi obat secara massal di masa mendatang.

''Peluncuran obat serba Rp1.000 ini didistribusikan terlebih dahulu untuk mengisi stok obat di Desa Siaga,'' kata Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari usai melantik para pejabat Depkes di Jakarta, pekan lalu.

Untuk bentuknya, direncanakan setiap kaplet seharga Rp1.000 itu terdiri dari 6 butir obat. Menkes memperkirakan terdapat lebih dari 20 jenis obat yang akan masuk dalam golongan obat seharga Rp1.000.

''Jenis obatnya bermacam-macam. Pada umumnya obat yang sering dipakai di daerah bersangkutan, seperti obat sakit kepala, obat asam urat, dan sebagainya. Pemerintah menunjuk Biofarma sebagai pembuat obat. Saya berpesan jangan sampai stok obat generik untuk masyarakat kosong,'' pesan Menkes.

Adapun jumlah produksi dan peraturan yang mengatur soal obat murah akan disesuaikan dengan program baru di Depkes. ''Masalah teknisnya, saya belum tahu, karena akan ada pembicaraan lebih lanjut.''

Ia memastikan stok obat generik di sektor publik seperti puskesmas dan rumah sakit masih tetap terjaga hingga akhir 2007. ''Depkes bertanggung jawab atas penyediaan obat generik di puskesmas dan rumah sakit. Kalau obat generik produksi swasta banyak yang kosong saat ini, masyarakat bisa mencarinya di apotek yang masih menyediakan.''

Perihal kelangkaan obat generik, kata Menkes, adalah bagian dari strategi yang dilancarkan Gabungan Pengusaha Farmasi (GP Farmasi), yang menuntut peninjauan ulang Surat Keputusan Menteri Kesehatan No 720/2006, perihal penurunan harga 458 obat generik. ''Silakan saja mereka (GP Farmasi) membuat permohonan peninjauan kembali. Pastinya saya tidak akan mengabulkannya,'' tegas Menkes.

Dalam kesempatan sama Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat Depkes Sri Astuti Soeparmanto mengatakan pembagian obat tersebut nantinya dilakukan para kader dari Desa Siaga, dan diawasi langsung oleh bidan. (Tlc/OL-01)