KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

MINISTRY OF HEALTH REPUBLIC OF INDONESIA

  • Pengumuman Hasil Seleksi uji kompetensi JPT Madya 2015. Klik disini
  • Pengumuman Pendaftaran Calon Anggota Dewas dan Anggota Direksi BPJS. Klik disini

  • Hati-hati!! Penipuan melalui UNDANGAN PALSU mengatasnamakan DITJEN BINFAR dan ALKES. Undangan palsu
  • Capaian Kabinet Kerja dalam Infografis klik di sini
  • Hati-hati!! Penipuan mengatasnamakan Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Surat Penipuan

(1 Jun 2006) Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Dipublikasikan Pada : THU, 01 JUN 2006, Dibaca : 10.723 Kali

Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa tembakau dalam bentuk apapun mematikan, Departemen Kesehatan melalui Pusat Promosi Kesehatan mengadakan Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2006 dengan bertemakan "Tobacco : Deadly in any form or disguise" atau "Tembakau : Dalam Bentuk Apapun Mematikan".

Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2006 juga akan diperingati dalam bentuk kegiatan olah raga bersama yaitu sepeda sehat dan senam bersama yang akan diselenggarakan pada tanggal 11 Juni 2006 di gedung Depkes, demikian disampaikan ketua panitia sekaligus Kepala Pusat Promosi Kesehatan Depkes, Bambang Hartono, SKM, M.Sc.

Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan, yang diwakili Staf Ahli Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Desentralisasi, Drs. Dwidja Suseno SE, MM, menyampaikan bahwa WHO memperkirakan penyakit yang berkaitan dengan tembakau, pada tahun 2020 akan menjadi masalah kesehatan utama terbesar dan menyebabkan 8,4 juta kematian setiap tahun. Diperkirakan separuh kematian tersebut akan terjadi di Asia karena tingginya peningkatan penggunaan tembakau di Asia. Selain menyebabkan gangguan kesehatan, tembakau/rokok juga menyebabkan kerugian ekonomi di tingkat rumah tangga maupun masyarakat. Di Indonesia kerugian ekonomi akibat tembakau/rokok diperkirakan jauh lebih tinggi dibanding penerimaan negara dari pertanian tembakau dan industri rokok.

Pada peringatan HTTS 2006 yang juga dihadiri perwakilan Menko Kesra, WHO, anggota DPR, LSM, serta kaum mahasiswa dan pelajar, Menkes juga mengemukakan fenomena yang terjadi saat ini yaitu perusahaan-perusahaan rokok telah mengekspansi sekolah-sekolah dan kampus-kampus, dan menebarkan racun bagi generasi muda Indonesia. Empat ribu jenis racun yang terkandung dalam asap rokok saat ini berkeliaran tidak hanya di rumah-rumah kita dan di sarana-sarana umum, melainkan juga di sarana-sarana pendidikan.

Oleh karena itu, lanjutnya, berbagai upaya telah dilaksanakan untuk melawan rokok oleh berbagai pihak antara lain dengan menaikkan cukai rokok, keluarnya peraturan Perda tentang batasan orang merokok, pemberlakuan larangan merokok di beberapa perusahaan dan pondok pesantren hingga upaya forum parlemen untuk melahirkan Rancangan Undang-undang tentang pengendalian dampak produk tembakau terhadap kesehatan.

Menurut Menkes, justru sekolah-sekolah dan kampus-kampus inilah yang harus dijadikan basis perjuangan kita melawan rokok. Kita selamatkan generasi muda kita dengan sekaligus memberdayakan mereka untuk melawan musuhnya. Upaya pemberdayaan tentu harus didukung oleh upaya-upaya menciptakan suasana "perang melawan rokok". Jika tidak, maka iklan-iklan kampanye merokoklah yang akan membangun suasana, sehingga mendorong peningkatan konsumsi rokok. Suasana anti-rokok harus terus dikembangkan. Menkes juga mengharapkan peran-aktif dari kelompok-kelompok yang peduli terhadap masalah rokok, yaitu Lembaga-lembaga Swadaya Masyarakat, Organisasi-organisasi Profesi, Organisasi-organisasi Pemuda,. Kelompok-kelompok Remaja, Gerakan Pramuka, dan lain-lain. Yang tidak kalah pentingnya adalah peran media massa. Media massa saat ini memang merupakan alat yang sangat ampuh untuk menciptakan opini publik untuk terus secara bersama-sama menggalang semangat guna melawan ekspansi rokok.

Pada acara tersebut diberikan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kota Bogor, Bank Muamalat Tbk, dan KH. Abdullah Gymnastiar yang berjasa dalam penanggulangan masalah tembakau. Dikukuhkan pula komitmen berbagai pihak dalam upaya penanggulangan masalah tembakau yang akan dilakukan dalam bentuk penandatanganan kesepakatan bersama di atas kanvas yang bertuliskan "DEMI KELANGSUNGAN MASA DEPAN BANGSA, KAMI SIAP MELINDUNGI GENERASI PENERUS DARI SEGALA BENTUK BAHAYA TEMBAKAU".