Who's Online

We have 36 guests online

Profil Kesehatan

Indonesia
Propinsi
Kabupaten/ Kota

Directory

Apotik

Puskesmas

Rumah Sakit

Bilqis Anindya Passa (18 bulan), balita penderita atresiabilier atau tidak terbentuknya saluran empedu, akan menjalani cangkok hati di Rumah Sakit Dr. Kariadi Semarang, Jawa Tengah, sekitar bulan April 2010. Saat ini tim dokter yang dipimpin dr. Yulianto Suwardi, Sp. BA (K) sedang menyembuhkan kelainan paru (pneumonia) dan menaikkan berat badan Bilqis. ” Dari aspek teknis medis, tim dokter dan SDM lainnya, peralatan, fasilitas serta manajerial RSUP Dr. Kariadi sudah siap melakukan cangkok hati terhadap Bilqis ”, kata dr. Endang R. Sedyaningsih, MPH, Dr. PH usai pertemuan dengan Tim dokter dan Direksi RSUP Dr. Kariadi Semarang serta melihat kondisi Bilqis dan ibunya, Sabtu (13/3/2010). Tim Cangkok Hati RSUP Dr. Kariadi Semarang saat ini masih menunggu terpenuhinya beberapa syarat bagi Bilqis untuk dilakukan operasi yaitu bertambahnya berat badan hingga mencapai 9 kg (saat ini berat badan Bilqis 8,8 kg). Selesainya pemberian imunisasi dasar lengkap, MMR dan Pneumococe, serta menunggu hilangnya faktor penyulit yaitu kelainan paru (pneumonia), ujar Menkes.

Dalam kesempatan itu, Menkes menyatakan dukungan dan memberikan penghargaan kepada tim dan manajemen RSUP Dr. Kariadi dalam mempersiapkan berbagai hal yang diperlukan untuk persiapan operasi cangkok hati Bilqis.

Menurut Menkes, Tim Cangkok Hati RSUP Dr. Kariadi merupakan tim pertama di Indonesia yang berhasil melakukan transplantasi hati dengan sukses. Kemampuan RSUP Dr. Kariadi sendiri dalam setahun adalah 2 – 3 pasien.

Tim Cangkok Hati RSUP Dr. Kariadi beranggotakan dokter-dokter dengan berbagai spesialisasi seperti spesialis bedah, spesialis anak, spesialis anastesi, spesialis radiologi, spesialis laboratorium, dan spesialis hematologi. Tim ini merupakan yang pertama di Indonesia berhasil melakukan transplantasi hati dengan sukses, sebelumnya tim tersebut sukses melakukan operasi terhadap pasien Ulung Harautama pada tahun 2006 dan Muhammad Alfarizi pada tahun 2009, kata Menkes.

Menurut Menkes, angka kasus kelainan hati yang memerlukan cangkok hati di Indonesia sebesar 1 per 10 ribu -16 ribu kelahiran hidup, sementara biaya yang diperlukan untuk operasi cangkok hati sangat besar, berkisar antara 800 juta – 1 miliar rupiah. Untuk operasi Bilqis, biayanya dikoordinasi oleh Kementerian Kesehatan dari berbagai sumber seperti Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), bantuan masyarakat yang disalurkan melalui Dompet Dhuafa, dan Corporate Social Responsibility (CSR) beberapa perusahaan/badan usaha.

Untuk kedepan, kasus-kasus serupa akan ditangani oleh Tim Penanggulangan Kemiskinan dibawah koordinasi Wakil Presiden dengan pendanaan berasal dari APBN dan CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan/badan usaha, ujar Menkes.

Menkes mengatakan gerakan “koin Cinta Untuk Bilqis” dari masyarakat yang selama ini dilakukan untuk menggalang dana pengobatan Bilqis perlu diberikan apresiasi karena hal itu mencerminkan sifat gotong-royong yang dimiliki bangsa Indonesia. Untuk jangka panjang, penggalangan dana seperti ini dilakukan sebelum orang jatuh sakit melalui penjaminan kesehatan untuk semua orang (universal coverage) seperti yang diamanatkan dalam UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dengan prinsip gotong royong, yaitu yang sehat membantu yang sakit dan yang kaya membantu yang miskin.

Menurut dr. Yulianto, waktu yang diperlukan untuk operasi cangkok hati adalah 12-15 jam secara simultan, baik kepada resipien (penerima) maupun pendonor.

“Keduanya harus betul-betul dalam kondisi sehat. Saat ini kondisi pendonor yakni ibunya Bilqis sendiri sudah siap. Tetapi Bilqis memiliki kelainan paru yang harus disembuhkan. Untuk penyembuhan kelainan paru dibutuhkan waktu 14 hari dan setelah parunya membaik masih butuh waktu 14 hari lagi untuk rehabilitasi medik”, ujar dr. Yulianto.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-30413700, atau alamat e-mail This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it , This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it , This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it .