Profil Kesehatan
Directory
|
Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) dr. H.R Agung Laksono meresmikan peluncuran “Kampanye 1 Juta Sekolah dan Rumah Sakit Aman” pada Kamis (29/07/2010) di Jakarta. Kampanye ini merupakan hasil kerja sama antara Platform Nasional Pengurangan Resiko Bencana (Planas PRB), Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kemenkokesra), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta berbagai organisasi nasional dan internasional lainnya. Menkokesra dalam sambutannya menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas terlaksananya kampanye ini. Ia menyampaikan pesan agar seluruh stakeholder dalam bidang kebencanaan untuk senantiasa meningkatkan upaya-upaya untuk mengidentifikasi bahaya serta kajian resiko yang ditimbulkannya, meningkatkan kepedulian, pelatihan dan pendidikan dalam bidang kebencanaan di masyarakat dan lembaga pendidikan, terutama lembaga riset dan perguruan tinggi, meningkatkan peranan masyarakat untuk mendukung pembangunan sekolah dan rumah sakit yang aman terhadap bencana, serta meningkatkan peranan pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten maupun kota sebagai penanggung jawab terdepan untuk menerapkan sikap siaga menghadapi bencana dijajaran pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat.
Agung Laksono mengatakan paradigma baru penanggulangan bencana diarahkan untuk pengurangan resiko bencana, dan perluasan peran serta masyarakat. Hal tersebut meliputi; perubahan dari sikap reaktif menjadi proaktif, dari pemulihan menjadi pencegahan, dari penanganan darurat menjadi pengurangan resiko, serta dari dominasi pemerintah menjadi partisipasi masyarakat.
Menteri Kesehatan dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH dalam sambutannya mengatakan negara Indonesia memang rawan akan bencana yang berpotensi menimbulkan korban luka-luka maupun korban jiwa. Berkaca dari hal tersebut maka perlu kesiapsiagaan dari berbagai sektor termasuk kesehatan.
Dalam aspek kesehatan ada beberapa hal yang perlu dilaksanakan, Menkes menginstruksikan kepada 100 RS di Indonesia agar 1) Semua dokter, perawat dan petugas kesehatan di RS wajib mengenali potensi bahaya di wilayahnya, seperti banjir, gempa, dsb. 2) Melakukan perencanaan yang matang termasuk infrastruktur yang kuat, pintu/tangga darurat, aliran, jalur dan tempat evakuasi. 3) Meningkatkan kewaspadaan, seperti melakukan latihan simulasi bencana minimal sebulan sekali. 4) Ada Standard Operating Procedure (SOP) yang jelas dan sistem kewaspadaan dini. 5) SOP response, bila terjadi bencana, bagaimana kesiapan RS menerima pasien, pengiriman tim bantuan ke daerah bencana, dan mekanisme rujukan bila RS tidak bisa menangani pasien korban bencana. 6) Kesiapan sistem informasi internal dan eksternal bila terjadi, baik itu petugas maupun peralatan telekomunikasinya.
Pada kesempatan itu Menkes juga berjanji akan menginstruksikan jajaran Kemenkes untuk turut mensosialisasikan pentingnya rumah sakit dan fasilitas kesehatan aman, baik milik pemerintah maupun swasta, baik di pusat maupun daerah, dan akan mendorong agar mereka menyusun program kegiatan dan juga anggaran untuk meningkatkan keamanan dan pelayanan kesehatan mereka khususnya untuk mengantisipasi terjadinya bencana. Menkes juga akan mendorong Dinas Kesehatan daerah untuk turut menyusun program kegiatan dan anggaran yang dapat meningkatkan pembangunan rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang aman di daerah.
Faisal Djalal sebagai ketua panitia kampanye dalam laporannya mengatakan kampanye ini dilatarbelakangi oleh program UN International Strategy for Disaster Reduction (ISDR) yaitu building resilient cities, addressing urban risk (membangun kota yang tangguh,menyasar pada resiko perkotaan dan urban). Kampanye ini secara global telah dimulai di Manila, Filipina pada tanggal 8 April 2010. Indonesia bersama India, Vietnam, Thailand dan Pakistan merupakan beberapa negara pelopornya. Di Indonesia, kampanye ini didukung lebih dari 25 lembaga dan instansi terkait dengan target mampu mengembangkan 1000 sekolah dan 100 RS aman. Diharapkan kampanye ini akan diikuti oleh seluruh komponen di daerah dan pusat
Tujuan diadakannya kampanye ini adalah untuk meningkatkan dan melindungi nyawa dan keselamatan anak-anak sekolah dan rumah sakit dengan menjamin dan menjaga agar sekolah dan rumah sakit dibangun sesuai dengan ketentuan-ketentuan keamanan dan keselamatan. Lalu untuk menjaga dan menjamin agar rumah sakit dan segala fasilitas kesehatan selalu aman secara terus menerus agar dapat terus menjalankan fungsi dan peranan dalam menyembuhkan dan merawat bagi yang memerlukannya. Selain itu juga menjamin agar sekolah-sekolah dan segala sarana pendidikan menjadi tempat yang aman bagi setiap anak didiknya serta meningkatkan ketahanan dan kapasitas pengurangan risiko dari semua pemangku kepentingan, ujar Faisal Djalal.
Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-500567, 30413700, atau alamat e-mail; This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it , This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it , This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it |



