|
Perkembangan bencana tanah longsor di RT 06, 07, 09 dan 10 RW 11 Desa Tenjolaya Kec. Pasirjambu Kab. Bandung Prov. Jawa Barat sampai tanggal 27 Februari 2010 pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 26 orang dan 2 orang dirujuk ke rumah sakit karena menderita luka berat dan melahirkan. Sedangkan korban yang belum ditemukan sebanyak 17 orang.
Sementara jumlah pengungsi sebanyak 404 orang dengan rincian 104 orang berlokasi di perkebunan teh Kanaan, G.5 sebanyak 114 orang, P5 sebanyak 30 orang, Datar Kiara 26 orang dan di Kebun Tujuh 130 orang. Sarana kesehatan yang rusak yaitu 1 unit Puskesmas Pambantu (Pustu).
Menurut informasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Petugas Pusat Penanggulangan Krisis Kementerian Kesehatan, tanah longsor juga menyebabkan 21 unit rumah penduduk, 1 unit kantor induk perkebunan, 1 unit bangunan Koperasi Karyawan, 1 unit gedung serbaguna/GOR karyawan, 1 unit masjid, 1 unit mess tamu perkebunan, 1 unit gudang teknis, sebagian bangunan pabrik teh dan instalasi listrik rusak.
Upaya yang telah dilakukan adalah mengevakuasi korban ke tempat yang aman, pelayanan kesehatan di pos-pos kesehatan pada 2 titik pengungsian, Puskesmas dan RSUD Soreang. Dinkes Kab. Bandung mengirimkan bantuan obat-obatan dan tenaga kesehatan sebanyak 30 orang dengan rincian 10 orang dari Dinkes Kab. Bandung dan 20 orang dari Puskesmas sekitar dengan membentuk jadwal piket selama 7 hari.
Kementerian Kesehatan mengirimkan petugas beserta bantuan logistik yaitu 100 buah kantong mayat, 25 set topi dan rompi, 50 pasang handscoon dan 10 buah spanduk Pos Kesehatan serta 4 ton MP ASI.
Saat ini akses transportasi dan komunikasi masih sulit, karena kondisi jalan yang rusak dan tidak adanya sinyal telpon seluler, namun permasalahan kesehatan masih dapat diatasi oleh jajaran kesehatan setempat dan pemantauan tetap dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Pusat Penanggulangan Krisis Kementerian Kesehatan.
Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-500567, 30413700, atau alamat e-mail
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
,
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
,
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
. |