Who's Online

We have 56 guests online
Home Berita Press Release Mobil Laboratorim Keliling Awasi Jajanan di Sekolah

Profil Kesehatan

Indonesia
Propinsi
Kabupaten/ Kota

Directory

Apotik

Puskesmas

Rumah Sakit

Menkes, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH. Dr. PH hari ini (12/01, 2010) meninjau mobil laboratorium keliling Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) lakukan pemeriksaan makanan jajanan sekolah di SDN 01-02 Pagi Jakarta. Mobil laboratorium keliling yang dimiliki Badan POM mampu memeriksa kandungan zat pewarna berbahaya dalam waktu 5 menit. Selain memeriksa makanan jajanan sekolah, laboratorium keliling juga melakukan pemeriksaan makanan yang dijual di pasar tradisional maupun pasar modern, kata Menkes.

Dalam kesempatan tersebut, Menkes mengatakan, makanan yang mengandung zat pewarna berbahaya sedikit demi sedikit akan menumpuk didalam tubuh sehingga dapat menimbulkan efek buruk bagi kesehatan. Dalam jangka panjang, akan menimbulkan risiko penyakit kanker, sedangkan dalam jangka pendek menimbulkan gejala mual dan muntah tergantung dari kepekaan (sensitifitas) dan banyaknya kadar zat berbahaya yang masuk kedalam tubuh.

Menkes menghimbau kepada guru dan kepala sekolah agar menganjurkan siswa-siswinya untuk jajan di kantin sekolah yang kebersihan dan kesehatannya terjamin karena selalu diawasi oleh sekolah. “Jangan jajan di sembarang tempat “, tegas Menkes.

Pada saat yang sama, Kepala Badan POM, dr. Husniah Rubiana Thamrin Akib, MS, MKes, SpFK, mengatakan bahwa Badan POM telah melakukan pemeriksaan makanan jajanan pada 4.500 kantin SD selama tahun 2009. Dari hasil pengawasan tersebut, diketahui adanya bahan berbahaya yang terkandung pada makanan yang dijual di lingkungan sekolah. Dari hasil pemeriksaan tersebut sebanyak 400 kantin SD diantaranya berhasil dilakukan pembinaan dan intervensi oleh Kementrian Kesehatan, Badan POM dan Kementrian Pendidikan Nasional.

dr. Husniah mengungkapkan bahwa keberadaan mobil laboratorium keliling ini sudah tersebar di 6 kota, yaitu; Serang, DKI, Bandung, Surabaya, Jogjakarta, dan Semarang. Kedepan mobil ini diharapkan bisa mencakup seluruh daerah di Indonesia.

Lebih lanjut dr. Husniah mengatakan kerupuk salah satu jajanan yang terdeteksi mengandung zat pewarna berbahaya, antara lain mengandung Boraks, Formalin, Rhodamin B, Methanil Yellow, dan zat pewarna tekstil/wantex.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-30413700, atau alamat e-mail This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it , This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it , This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it .