Who's Online

We have 34 guests online

Profil Kesehatan

Indonesia
Propinsi
Kabupaten/ Kota

Directory

Apotik

Puskesmas

Rumah Sakit

Menteri Kesehatan, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH didampingi Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik, dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS mengunjungi 4 pasien terkena api akibat kecelakaan penggunaan gas elpiji yang dirawat di Unit Luka Bakar Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan pada Selasa, 24 Agustus 2010.

”Pasien yang kami lihat pada hari ini pasien kecelakaan penggunaan gas elpiji, ada 4 pasien yaitu 2 perempuan dan 2 laki-laki” kata Menkes.
Menkes menambahkan, pasien kecelakaan penggunaan gas elpiji yang dirawat adalah Leni Harlina, 25 tahun bersama anaknya Lia Agustina, 1 tahun warga Kebon Jeruk, baru 3 hari dirawat di RSPP, Agit, 22 tahun warga Tambora merupakan pasien pindahan dari RS Tarakan, tetapi ibunya dirawat di RSCM, sedangkan pasien lain adalah Syamsul Hadi, 53 tahun warga Kayu Manis, sudah 2 minggu dirawat di RSPP.

Pada umumnya luka paling berat sekitar 19 %.  Pengobatan secara konservatif, artinya tidak dilakukan operasi tetapi ada beberapa yang dilakukan operasi penanaman kulit. “Dalam waktu mungkin paling lama tiga minggu, mereka akan bisa sehat kembali insya Allah”, ujar Menkes.
Direktur RSPP, dr. Mustofa Fauzi mengatakan, dalam bagian pengobatan juga melibatkan psikiater dan juga psikolog karena pada pasien luka bakar ada trauma psikologis.

Menkes menjelaskan rumah sakit rujukan untuk pasien kecelakaan penggunaan gas elpiji tidak hanya di RSPP tetapi rumah sakit-rumah sakit yang bisa mengatasi luka bakar.

Direktur RSPP menambahkan Pertamina akan mengkover setiap kasus yang ada. Pertamina akan menanggung pengobatan bersinergi dengan Kemenkes, artinya jika ada Jamkesmas biaya bisa dishare.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-500567, 30413700, atau alamat e-mail This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it , This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it , This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it .