• Public Warning Terhadap 17 Kosmetika yang mengandung Bahan Berbahaya

    Jakarta, 13 Mei 2013Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM), melakukan Konferensi Pers mengenai kosmetik yang mengandung bahan dilarang/berbahaya, di Lingkungan Kantor Badan POM, pada (8/5). Pada kesempatan tersebut, Kepala BPOM, Dra. Lucky S. Slamet, M.Sc, mengungkapkan berdasarka...

  • Menkes Resmikan RSUD Raja Ampat

    Jakarta, 10 Mei 2013Bertepatan dengan HUT Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat yang ke-10 tanggal 9 Mei 2013, Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi Sp. A, MPH meresmikan RSUD Kabupaten Raja Ampat yang ditandai dengan penandatanganan prasasti serta pembukaan selubung papan nama RSUD Raja Ampat. Turut h...

  • Perubahan Peraturan tentang Pengangkatan Dokter dan Bidan PTT

    Jakarta, 10 Mei 2013Berdasarkan paparan Kepala Biro Kepegawaian Kemenkes RI, dr. Pattiselanno Robert Johan, MARS, dalam acara temu media mengenai Dokter/Dokter Gigi/Bidan PTT, di Lingkungan Kemenkes RI pada (10/5), terdapat beberapa perubahan peraturan tentang pengangkatan Pegawai Tidak Tetap (PTT),...

  • Hindari Thalassaemia, Periksalah Darah Sebelum Menikah

    Jakarta, 8 Mei 2013Thalassaemia ialah penyakit kelainan sel darah merah yang disebabkan berkurang atau tidak dibentuknya bahan pembentuk hemoglobin, yang berakibat sel darah merah mudah pecah. Penyakit ini di turunkan dari kedua orangtua dan bukan merupakan penyakit menular. ...

  • Dari Zona Integritas Menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani

    Kementerian Kesehatan berkomitmen melakukan upaya percepatan pencegahan korupsi melalui pencanangan Zona Integritas dan membangun birokrasi yang kuat.....  ...

Berita Utama Menu Lainnya

Memasuki awal tahun 2004 di Indonesia, jumlah kasus DBD mengalami peningkatan yang cukup bermakna. Sejak tanggal 1 Januari 2004 sampai dengan 5 Maret 2005 secara kumulatif, jumlah kasus DBD yang dilaporkan dan telah ditangani sebanyak 26.015 kasus, dengan kematian mencapai 389 (CFR = 1,53%). Sedangkan KLB DBD pada tahun 1998 jumlah penderita 71.776 orang dengan kematian 2.441 jiwa (CFR = 3,4%). Pada tahun 1998 perhatian masyarakat tertuju pada euforia reformasi sehingga perhatian terhadap KLB DBD kurang. Diharapkan dengan upaya penanggulangan yang dilakukan, angka kumulatif penderita DBD sampai bulan Desember 2004 tidak melebihi kumulatif penderita DBD tahun 1998.
selengkapnya