|
Dari 149.948 anak usia 6 bulan s.d 15 tahun yang menjadi sasaran imunisasi campak, sampai dengan tanggal 19 Januari 2005 telah berhasil diimunisasi 52.389 anak (34,9%). Di Kab. Simeulue cakupannya telah mencapai 73,8%, Kab. Aceh Utara 10,9%, Bireuen 17,9%, Aceh Timur 17,7%, Langsa 5,7% dan Lhok Seumawe 149% (mungkin masih tercampur dengan Aceh Utara yang baru mencapai 10,9% ). Sedangkan Pidie, Nagan Raya, Sabang dan Meulaboh belum ada laporan. Selain itu, cakupan Vitamin A Biru (untuk anak usia 6 bulan s.d. < 1 tahun) sebanyak 228 anak, dan Vitamin A Merah (untuk anak usia > 1 tahun s.d. 5 tahun) mencapai 13.048 anak.
|
|
|
Jumlah penduduk yang mengungsi akibat gempa bumi dan gelombang Tsunami di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara sampai saat ini mencapai 617.159 jiwa tersebar di 15 Kabupaten, Kota Medan bahkan di DKI Jakarta. Jumlah pengungsi terbanyak di Kabupaten Aceh Besar mencapai 107.740 jiwa, disusul Kabupaten Aceh Utara mencapai 97.942 jiwa, Meulaboh mencapai 80.251 jiwa dan Aceh Barat 58.583 jiwa. Di Kabupaten Nias jumlah pengungsi mencapai 4.012 jiwa, Kota Medan dengan jumlah pengungsi 17.273 jiwa dan DKI Jakarta dengan jumlah pengungsi 1.186 jiwa.
|
|
Penyakit campak sangat berbahaya karena dapat menyebabkan cacat dan kematian yang diakibatkan oleh komplikasi seperti radang paru (pneumonia), berak-berak (diare), radang telinga (otitis media) dan radang otak (ensefalitis), terutama pada anak dengan gizi buruk.
|
|
|
KLB DBD telah menjadi ancaman kemanusiaan yang dapat menimbulkan dampak berbagai aspek kehidupan politik, sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu para peserta akan menindaklanjuti dengan langkah-langkah baik jangka pendek maupun jangka panjang.
|
|
KLB DBD telah menjadi ancaman kemanusiaan yang dapat menimbulkan dampak berbagai aspek kehidupan politik, sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu para peserta akan menindaklanjuti dengan langkah-langkah baik jangka pendek maupun jangka panjang.
|
|
|
|
|
|
|
|
Page 10 of 15 |