Who's Online

We have 1 guest online
Home
Banner

Penyakit hepatitis B dan C merupakan masalah besar dunia. Walau bukan penyebab kematian langsung, namun penyakit ini menimbulkan masalah pada usia produktif, pada saat seharusnya mereka menjadi sumber daya pembangunan. Karena itu Indonesia mengusulkan resolusi Hepatitis Virus diangkat menjadi isu dunia, dan telah diterima.

dari 2 milyar penduduk dunia terinfeksi virus hepatitis B, dan lebih 360 juta menjadi pengidap kronis serta memiliki risiko sirosis dan kanker hati. Sementara itu, sekitar 130–170 juta merupakan pengidap virus hepatitis C, dengan angka kematian lebih dari 350 ribu per tahun.

Tantangan yang serius ini perlu mendapat perhatian kita semua. Oleh karena itu kita perlu segera mengumpulkan data dan informasi yang lebih banyak dan lebih lengkap untuk dijadikan dasar perumusan kebijakan, guna menempatkan pengendalian penyakit hepatitis dalam daftar prioritas yang lebih tinggi.

Di samping itu, para pakar dan praktisi kedokteran dan kesehatan yang berkecimpung di bidang hepatologi klinik, serta para pengelola pengendalian penyakit menular perlu bekerjasama bahu-membahu dalam merumuskan langkah-langkah untuk menangani masalah ini. Baik dari aspek diagnostik, pencegahan, pengobatan, maupun promosi kesehatan. Perhatian tidak hanya perlu diberikan di tingkat lokal dan nasional melainkan juga di tingkat regional dan global.

Pencegahan Yang Terpenting

Perlu diketahui bahwa biaya pengobatan hepatitis B dan C selama ini masih menjadi beban yang besar bagi masyarakat di negara berkembang. Sebagai gambaran, biaya pengobatan hepatitis B untuk obat oral sekitar Rp 800.000 per bulan, dan dibutuhkan waktu minimal enam bulan. Pengobatan dengan injeksi bahkan memerlukan biaya tiga kali lipat. Padahal peluang sembuh hepatitis B hanya sekitar 55 persen, sedangkan hepatitis C sekitar 70 persen.

Tidak hanya itu; sekalipun pengidap hepatitis banyak terdapat di negara berkembang, namun teknologi dan fasilitas pencegahan serta pengobatan lebih banyak dimiliki oleh negara maju yang justru bukan merupakan daerah endemis hepatitis B. Perhatian dunia terhadap penyakit tersebut juga masih kurang, walaupun hepatitis merupakan ancaman besar bagi kesehatan masyarakat dunia.

Oleh sebab itu dalam menghadapi penyakit hepatitis ini, pemerintah Indonesia menempatkan pencegahan sebagai upaya terpenting. Baik mencegah terjadinya penyakit, maupun mencegah berkembangnya penyakit dengan cara deteksi dini, agar tidak berkembang menjadi komplikasi yang lebih buruk sehingga menimbulkan penderitaan dan beban sosial-ekonomi keluarga, masyarakat dan negara.

Upaya pencegahan hepatitis di Indonesia dimulai dengan menanamkan kesadaran pentingnya masalah ini oleh pemerintah bersama masyarakat. Usaha nyata telah diawali dengan program imunisasi hepatitis B pada tahun 1997, dengan sasaran utama bayi di bawah 1 tahun.

Pada tahun 2003, ditingkatkan dengan mencakup bayi baru lahir dan kini telah dilaksanakan di seluruh Indonesia serta telah berhasil menurunkan prevalensi hepatitis B pada anak di bawah 4 tahun dari 6,2 persen menjadi 1,4 persen.

Untuk mengetahui besarnya masalah kesehatan, untuk pertama kalinya dalam sejarah pada tahun 2007 Kementerian Kesehatan melakukan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Dalam survei ini telah dikumpulkan dan diperiksa sampel darah dari 30.000 rumah tangga di 294 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

Hasil pemeriksaan biomedis menunjukkan prevalensi HBsAg sebesar 9,7 persen pada pria dan 9,3 persen pada wanita, dengan angka tertinggi pada kelompok usia 45-49 tahun sebesar 11,9 persen. Sementara itu, prevalensi penduduk yang pernah terinfeksi virus hepatitis B ditunjukkan dengan angka Anti-HBc sebesar 34 persen, dan cenderung meningkat dengan bertambahnya usia.

Hal ini berarti bahwa penularan horizontal memegang peran yang penting dalam penyebaran hepatitis B. Untuk hepatitis C, ditunjukkan dengan angka anti-HCV positif sebesar 0,8 persen, dengan angka tertinggi pada kelompok usia 55-59 tahun, yaitu sebesar 2,12 persen. Semua data ini merupakan data nasional berbasis populasi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melaksanakan berbagai upaya kesehatan dan sebagai dasar untuk penelitian lebih lanjut.

Penularan hepatitis B melalui transfusi darah sudah diantisipasi karena semua darah yang dikelola oleh PMI sudah dilakukan penapisan/screening terhadap hepatitis B, hepatitis C dan HIV.

Hepatitis C dapat ditularkan melalui jarum suntik yang tidak steril, yang dipakai oleh anak-anak muda pemakai narkoba suntik, dihimbau agar generasi muda menjauhkan diri dari pemakaian narkoba.

Usulan Indonesia

Sebagai negara yang berada di wilayah Asia Pasifik, Indonesia dan China memiliki beban yang sama, yaitu beban sebagai daerah endemis hepatitis B, dengan banyak kesamaan dalam struktur masyarakat, sosial, ekonomi, maupun tingkat pendidikan.

Untuk itu, kerja sama antara kedua negara, dari pencegahan sampai ke pengobatan perlu terus dikembangkan menjadi kerja sama yang erat di bidang riset, baik di bidang ilmu dasar maupun terapan.

Selain itu, Indonesia sebagai wakil negara-negara anggota Badan Kesehatan Dunia (WHO) di Asia Tenggara pada sidang Dewan Eksekutif Organisasi Kesehatan Dunia bulan Januari 2010 bersama Brazil dan Columbia, telah mengusulkan resolusi Hepatitis Virus diangkat menjadi isu dunia.

Usulan tersebut telah diterima dan dibahas dalam sidang World Health Assembly (WHA) atau Majelis Kesehatan Sedunia ke-63 Mei lalu. Majelis yang merupakan forum tertinggi negara-negara anggota WHO ini telah menyepakati usul Indonesia tersebut, dan menetapkannya sebagai Resolusi WHA tentang Viral Hepatitis.

Inti resolusi adalah menyerukan semua negara di dunia supaya melakukan penanganan hepatitis B secara komprehensif, mulai dari pencegahan sampai pengobatan, meliputi berbagai aspek termasuk surveilans dan penelitian. Dalam Resolusi yang merupakan prakarsa Indonesia tersebut sekaligus juga ditetapkan World Hepatitis Day atau Hari Hepatitis Dunia jatuh pada tanggal 28 Juli setiap tahunnya.

Kita berharap langkah ini dapat memiliki dampak positif dan serius bagi pencegahan hepatitis di tanah air.