KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

MINISTRY OF HEALTH REPUBLIC OF INDONESIA

  • Pengumuman Hasil Seleksi uji kompetensi JPT Madya 2015. Klik disini
  • Pengumuman Pendaftaran Calon Anggota Dewas dan Anggota Direksi BPJS. Klik disini

  • Hati-hati!! Penipuan melalui UNDANGAN PALSU mengatasnamakan DITJEN BINFAR dan ALKES. Undangan palsu
  • Capaian Kabinet Kerja dalam Infografis klik di sini
  • Hati-hati!! Penipuan mengatasnamakan Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Surat Penipuan

Menkes Tinjau Ulang Penanggulangan Gizi di Pekalongan

Dipublikasikan Pada : FRI, 28 APR 2017, Dibaca : 11.490 Kali
Pekalongan, 24 Februari 2017

Menteri Kesehatan, Nila F. Moeloek meninjau Puskesmas Kusuma Bangsa, Pekalongan, Jawa Tengah (24/02). Peninjauan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja sebelumnya bersama Presiden RI Joko Widodo dalam rangka penanggulangan masalah gizi di Pekalongan pada Januari 2017 lalu.

Menkes yang didampingi oleh Dirjen Kesmas Anung Sugihantono, Dirjen Farmalkes Maura Linda Sitanggang, Inspektur Jenderal Purwadi, Ketua Umum IDAI Aman Bhakti Pulungan, Direktur Gizi Masyarakat Dodi Iswardy, dan Direktur Kesehatan Keluarga Eni Gustina, diterima Walikota Pekalongan Achmad Alf Arslan Djunaid, Wakil Walikota Pekalongan Saelany Mahfudz, dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Pekalongan beserta jajaran pejabat pemerintah setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Puskesmas Kusuma Bangsa Rizkha Dini, menyampaikan kemajuan gizi balita dan ibu hamil yang mendapat Pendamping Makanan Tambahan (PMT) dari Januari 2017. Pemantauan gizi masyarakat dilakukan dengan menggunakan aplikasi Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGM) dari Kementerian Kesehatan.

Menkes beserta pejabat Kemenkes berdialog mengenai gizi dan kesehatan ibu dan anak dengan perwakilan dari 130 orang ibu yang membawa balitanya dan 15 orang ibu hamil. Menkes dalam dialognya mengajak masyarakat untuk meningkatkan gizi dengan cara gemar makan ikan dan gemar makan sayur.

Menkes menegaskan pentingnya pengetahuan dan kesadaran tentang gizi ibu hamil serta tumbuh kembang anak dari masa kehamilan sampai anak berusia 2 tahun.

"Anak itu tumbuh kembang yang paling penting dari dalam kehamilan sampai 2 tahun atau 1.000 hari kehidupan" tegas Menkes.

Menkes juga menyampaikan bahwa permasalahan gizi buruk harus dilihat secara menyeluruh dan mendapat perhatian bersama. Perlu adanya sinergitas dengan kementerian lain dan stakeholder terkait.

"Kementerian Kesehatan tidak bisa berdiri sendiri. Saya perlu akses air bersih, bagaimana dengan akses air bersih, sanitasi, listrik, dan kebersihan lingkungan" ujar Menkes.

Hasil analisa permasalahan gizi di wilayah Pekalongan akan dikaji secara menyeluruh oleh Kementerian Kesehatan dan nantinya akan dilaporkan ke presiden.

Selain meninjau Puskesmas Kusuma Bangsa, Menkes juga mengunjungi rumah warga yang menerima PMT, Industri Kassa, serta Puskesmas Batang II.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat,Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id.