PUSKESMAS MADISING NA MARIO SEBAGAI PERCONTOHAN SAFE COMMUNITY

DIPUBLIKASIKAN PADA : SENIN, 13 JANUARI 2003 05:16:10, DIBACA : 52.777 KALI

Dengan berdirinya Puskesmas Madising Na Mario sebagai PuskesmasTerpadu untuk menunjang Safe Community diharapkan tidak saja menjadi rujukan program safe community untuk kota Parepare tetapi juga untuk kabupaten-kabupaten di sekitarnya. Sedangkan untuk mendukung Puskesmas perlu dibentuk Brigade Siaga Bencana (BSB) Kota Parepare dan memperkuat RSUD Andi Makassau sebagai rumah sakit rujukan di daerah ini.

Untuk itu diharapkan agar kabupaten-kabupaten lain di Provinsi SulawesiSelatan merujuk pada Kota Parepare untuk mengembangkan Safe Community yang apabila dapat terwujud akan mempunyai kontribusi yang besar bagi terwujudnya Indonesia Sehat 2010.
Demikian penegasan Menteri Kesehatan Dr. Achmad Sujudi ketika meresmikan Puskesmas Madising Na Mario Labukkang Parepare sebagai Puskesmas Terpadu untuk menunjang Safe Community tanggal 9 Januari 2003.
Lebih lanjut ditegaskan, secara umum implementasi kebijakan penanggulangan korban bencana yang ada belum optimal karena masih bersifat reaktif, segmental dan sektoral. Karena itu, sejak beberapa tahun lalu, Departemen Kesehatan telah mengenalkan dan mengembangkan konsep masyarakat hidup sehat dan aman (Safe Community) yang mengutamakan upaya kesiapsiagaan (preparedness) yang didukung oleh pemantapan upaya penanggulangan bencana.
Dalam kaitan itu, Kota Parepare telah merespons konsep Safe Community dengan mewujudkan Puskesmas Madising Na Mario sebagai Puskesmas Terpadu yang mengintegrasikan sector kesehatan, kepolisisan dengan unsur pemadam kebakaran dalam satu sistem pelayanan untuk masyarakat. Ketiga unsur ini akan merupakan unit respons cepat dalam penanggulangan kegawatdaruratan, dengan ditunjang oleh sistem transportasi dan komunikasi yang memadai.
Menkes selanjutnya menegaskan, secara keseluruhan wilayah Indonesia cukup rawan terhadap bencana alam maupun bencana akibat ulah manusia. Hal ini terkait dengan kondisi geografis negara kita ditambah lagi dengan meningkatnyakemajuan teknologi serta adanya dampak konflik antar golongan dalam masyarakat.
Menkes Dr. Achmad Sujudi menyebutkan, peledakan bom di Denpasar Bali dan Makasar serta konflik-konflik antar penduduk di tanah air yang menimbulkan korban meninggal dunia, cedera serta perusakan dan lenyapnya harta benda sehingga menambah kesengsaraan korban bencana tersebut. Keadaan ini menjadi beban tambahan bagi masyarakat dan pemerintah khususnya tantangan bagi sektor kesehatan untuk menanggulangi dampak masalah kesehatan yang terjadi.
Sementara itu Walikota Parepare Basrah Hafid, SH,MM dalam laporannya menyatakan nama Madising Na Mario berasal dari bahasa Bugis yang artinya Sembuh dan Gembira. Dengan menggunakan nama itu, masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat sembuh dan gembira. Hal ini penting, karena kadang-kadang pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan, setelah keluar dari Puskesmas tidak gembira karena pelayanan yang diberikan tidak bagus.
Menurut Basrah Hafid, SH, MM pelayanan kesehatan masyarakat di wilayahnya terus dilakukan pembenahan sesuai dengan kemampuan dana dengan dukungan/support dari DPRD Parepare. Bahkan telah dilakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk memacu peningkatan derajat kesehatan masyarakat seperti dengan JICA, Health Project V dalam meningkatkan SDM, dengan UNICEF dalam rangka meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta dengan pihak Belanda dalam menanggulangi penyakit kusta.
Sebagai bukti tingginya komitmen pemerintah kota Parepare dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, tahun ini telah dianggarkan 15% dari APBD untuk membiayai kesehatan.
Konsep pelaksanaan Puskesmas Madising Na Mario untuk menunjang Safe Community didasarkan pada pertimbangan bahwa telah terjadi perubahan pola kehidupan masyarakat dengan aktifitas dan mobilitas yang tinggi, mengakibatkan semakin meningkatnya kejadian gawat darurat baik kejadian sehari-hari akibat kecelakaan, penyakit infeksi, penyakit jantung, persalinan dan lain-lain maupun kejadian bencana alam dan bencana akibat ulah manusia. Di samping itu setiap individu anggota masyarakat membutuhkan rasa aman dan sehat.
Puskesmas sebagai sarana pelayanan kesehatan terdepan mengemban tugas ganda. Di satu sisi bertanggung jawab terhadap upaya pelayanan kesehatan masyarakat. Di sisi lain juga harus menyediakan pelayanan medis bermutu dan terjangkau termasuk penanganan kasus gawat darurat.
Peran Puskesmas Madising Na Mario dalam mewujudkan safe community dapat dilaksanakan melalui dua jenis pelayanan yaitu kejadian sehari-hari maupun pada kejadian bencana. Sebagai pilot project, Puskesmas Madising Na Mario telah dilengkapi sarana komunikasi berupa Radio SSB, Ruang dan Peralatan Bedah, Ruang dan peralatan Gawat Darurat serta dilengkapi dokter spesialis.
Berita ini disiarkan oleh Bagian Humas Biro Umum dan Humas Setjen Depkes. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi telp/fax. 5223002.