SEBARKAN PHBS MELALUI PRAMUKA

DIPUBLIKASIKAN PADA : SENIN, 22 SEPTEMBER 2014 00:00:00, DIBACA : 61.269 KALIHari ini (22/9), Menkes dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Satuan Karya Pramuka Bakti Husada memberi penghargaan kepada 15 orang Pimpinan Saka Bakti Husada Tingkat Nasional, di Jakarta. Dengan penghargaan ini, anggota Saka Bakti Husada (SBH) akan menjadi motivator dan terus memajukan SBH khususnya dan Gerakan Pramuka umumnya.

Adapun penghargaan yang diberikan berupa Lencana Darmabakti kepada dr, Anung Sugihantono, M.Kes. Sementara Lencana Pancawarsa I kepada dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS, dr. Ratna Rosita, MPH, dr. Asjikin Iman Hidayat Dachlan, MHA, dr. Yudi Prayudha, dr. Untung Suseno Sutarjo, M.Kes., dr. H. Andi Muhadir, MPH, dr. Desak Made Wismarini, MKM, drg. Usman Sumantri, M.Kes., Drs. Bayu Teja Muliawan, M.Pham, MM, Apt., drh. Wilfried Hasiholan Purba, MM, M.Kes., drg. Kartini Rustandi, M.Kes., Dr. Ir. Bambang Setiaji, M.Kes., Sugiharto, SKM, M.Kes., dan Febrima Wulan, SKM. Lencana Pancawarsa diberikan kepada pemimpin SBH Tingkat Nasional atas jasa dalam membina dan mengembangkan gerakan pramuka selama 5 tahun atau kelipatan 5 tahun.

Sejak berdiri 29 tahun lalu tepatnya tanggal 17 Juli 1985, hingga kini SBH sebagai bagian dari Kemenkes dan Gerakan Pramuka perannya telah dapat dirasakan sebagai role model kaum muda berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Saka Bakti Husada juga berhasil mencitrakan kaum muda yang tidak merokok dan anti narkoba. Selain itu, SBH juga menjadi kader kesehatan yang berperan dalam pendidikan sebaya di lingkungan gugus depan dan atau unit pangkalan kegiatan SBH di berbagai lokasi di daerah.

Dewasa ini Anggota Pramuka Saka Bakti Husada makin meningkat dan tersebar di seluruh provinsi serta kabupaten/ kota di Indonesia. Saat ini Anggota Pramuka Saka Bakti Husada diperkirakan berjumlah sekitar 600.000 orang atau dua setengah persen dari seluruh anggota Pramuka yang berjumlah 22 juta orang.

Dalam sambutannya Menkes menyatakan, peranan pimpinan SBH mulai tingkat nasional hingga cabang di kabupaten/kota sangat strategis dalam memasukkan materi kesehatan dalam berbagai kegiatan kepramukaan. Kakak-kakak sebagai pejabat dan pengelola program kesehatan tentu sangat peduli untuk menjadikan setiap orang dapat mampu hidup sehat. SBH sebagai bagian dari Gerakan Pramuka dan Kemenkes, tentu dapat didayagunakan dalam menyebarluaskan pemahaman hidup sehat khususnya bagi kaum muda dan masyarakat umumnya, terang Menkes.

Pada kesempatan tersebut, Menkes juga meminta pengurus Pimpinan SBH di semua tingkatan berkomitmen untuk memberi dukungan sumberdaya yang cukup sehingga dapat menghasilkan pramuka yang terampil bidang kesehatan dan memiliki karakter yang kuat untuk menjadi pemimpin bangsa di masa depan. Saya minta Badan PPSDM yang membina Poltekkes dan Bapelkes untuk terus melanjutkan pendidikan kepramukaan dengan aktif mendirikan gugus depan pramuka ataupun sebagai pangkalan SBH yang lulusannya diharapkan memiliki karakter yang kuat. Sejalan dengan ini kita juga harus mendukung kebijakan pemerintah yang menetapkan pendidikan kepramukaan sebagai ekstra kurikuler wajib di sekolah mulai tahun ajaran 2013-2014, tegas Menkes.

Ditambahkan, tantangan SBH ke depan adalah memberikan keterampilan kepada adik-adik yang mempunyai efek menciptakan lapangan pekerjaan (job creation) serta berpotensi menjadi bekal hidup (life skill). Tidak semua peserta didik berkesempatan memperoleh pendidikan tinggi. Bila saja SBH berhasil menciptakan lapangan pekerjaan, maka inilah sumbangan bagi masyarakat dalam mengatasi pengangguran. Galilah setiap krida dan kecakapan yang dapat dikembangkan menjadi job creation yang berpotensi menjadi life skill kelak, ungkap Menkes.

Menyambut Pertinas (perkemahan bakti tingkat nasional) SBH kelima yang akan diselenggarakan tahun 2016 di Provinsi Jawa Timur, Menkes selaku Ketua Mabi SBH Tingkat Nasional meminta para pejabat di Kemenkes untuk mendorong dan memajukan Saka Bakti Husada dengan komitmen dan memfasilitasi sumberdaya sesuai asuhan krida masing-masing.

Pada kesempatan tersebut, Menkes juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka atas penganugerahan penghargaan Gerakan Pramuka yang diberikan kepada Pimpinan Saka Bakti Husada Tingkat Nasional oleh Bapak Presiden RI pada Hari Ulang Tahun Pramuka tanggal 14 Agustus 2014 lalu. Penghargaan ini diberikan kepada almarhum Ibu Endang Rahayu Sedyaningsih mantan Menkes, dan Ibu Nafsiah Mboi sebagai Menkes saat ini.

Diakhir sambutannya, Menkes mengajak kakak-kakak anggota dewasa baik sebagai majelis pembimbing, pelatih, pamong saka dan instruktur untuk lebih merapatkan barisan dan menyatukan gerak langkah untuk percepatan dalam pembentukan karakter kaum muda Indonesia.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021) 52921669, website www.depkes.go.id dan email kontak[at]depkes[dot]go[dot]id.