DINKES MAKASSAR LATIH RATUSAN NAKES METODE KESEHATAN TRADISIONAL

DIPUBLIKASIKAN PADA : SENIN, 08 APRIL 2019 00:00:00, DIBACA : 2.800 KALI
Makassar, 8 April 2019

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan melatih 236 tenaga kesehatan terkait metode pelayanan kesehatan tradisional. Hal itu untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan tersebut dengan aman.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan dr. Bachtiar Baso mengatakan pelatihan itu penting dilakukan mengingat ada banyak penyehat tradisional di Provinsi Sulawesi Selatan.

''Pelayanan Kesehatan Tradisional yang terbukti aman bermanfaat dan bermutu dapat diintegrasikan ke dalam fasilitas layanan kesehatan, baik di Puskesmas atau rumah sakit. Sebanyak 236 Nakes dilatih kesehatan tradisional baik akupuntur atau akupresur,'' katanya pada acara pertemuan Bakohumas di Makassar, Senin (8/4).

dr. Bachtiar memyebutkan tantangan bagi pemerintah daerah adalah adanya ribuan penyehat tradisional yang harus diawasi di Sulawesi Selatan.

''Pemerintah mempunyai pengawasan terhadap 4.547 penyehat tradisional yang ada di Sulawesi Selatan. Hal ini bertujuan agar penyelenggaraan Kesehatan Tradisional dapat dipertanggungjawabkan, terutama mutu dan kualitasnya,'' ucap dr. Bachtiar.

Terkait hoax kesehatan tradisional, kata Bachtiar, pihaknya akan bekerjasama dengan mahasiswa Poktekkes untuk menangkal masalah tersebut. Tidak hanya kesehatan tradisional, segala hal tentang kesehatan berpotensi dijadikan hoax.

Ia menjelaskan sempat ada kasus dokter gadungan yang tertangkap. ''Sempat ada dokter gadungan, ditunjukkan pakaian prakteknya dan obatnya. Untung ada masyarakat yang lapor. Ini yang kita waspdai, bukan hanya hoax tapi perilaku juga,'' ucapnya.

Peran seluruh pihak sangat penting dalam menangkal hoax kesehatan terutama di bidang kesehatan tradisional. Diharapkan semua pihak dapat memilah mana informasi hoax dan bukan.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id.(