2 WILAYAH DI MALUKU BERHASIL TURUNKAN ANGKA TBC DAN STUNTING

DIPUBLIKASIKAN PADA : JUMAT, 11 MEI 2018 00:00:00, DIBACA : 1.061 KALI
Buru, 11 Mei 2018

Pada Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda), Jumat (11/5) yang dihadiri Menteri Kesehatan (Menkes) RI Nila Moeloek, ada dua wilayah di Maluku yang memaparkan upaya dan hambatan yang dialami dalam menurunkan kasus TBC dan stunting. Dua wilayah itu, yakni Kabupaten Buru berhasil menurunkan angka kasus stunting, dan Kepulauan Aru berhasil menurunkan kasus TBC.

Kepada Dinas Kesehatan Buru, Adnan Perwira menjelaskan berdasarkan data Pemantauan Status Gizi (PSG) di Kabupaten Buru terjadi penurunan prevalensi stunting pada balita usia 0-59 bulan selama tiga tahun terakhir. Pada 2015 prevalensi stunting mencapai 35,1 %, 2016 sebanyak 32,6 %, dan 2017 sebanyak 32,3 %.

Keberhasilan itu dicapai atas upaya pemerintah daerah melalui intervensi sensitive berupa Peningkatan konsumsi makan ikan, konsumsi aneka ragaman makanan berbasis makanan lokal, Pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kunjungan di posyandu, Akses air bersih di pedesaan, dan Kepesertaan JKN.

Selain itu, dilakukan pula intervensi spesifik melalui peningkatan akses sanitasi layak, peningkatan persalinan di fasilitas kesehatan melalui rumah tunggu kelahiran, dan peningkatan kerjasama lintas program dengan intervensi 1000 Hari Pertama Kehidupan.

Adnan mengaku ada beberapa hambatan yang dialami, seperti kurangnya pemahaman masyarakat tentang Stunting, dan kurangnya sinergitas dan koordinasi lintas sektor. Namun demikian, pemerintah berencana meningkatkan kerjasama melalui pertemuan surveilans lintas sektor tingkat kabupaten dan peningkatan konseling gizi melalui Posyandu, serta mengoptimalkan Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga (PIS-PK).

Selanjutnya, terkait eliminasi TBC di Kabupaten Kepulauan Aru, jumlah kasus yang ditemukan di Puskesmas Dobo pada 2014 sebanyak 94 orang, 2015 sebanyak 48 orang, dan 2016 sebanyak 59 orang.

Kegiatan inovasi yang dilakukan dengan pengendalian TBC melalui Gerakan Terpadu Berantas TBC (Gardu Batuk) yang mencakup kunjungan rumah (investigasi kontak), pelacakan kasus TBC, kunjungan rumah kasus drop out, dan membangun sistem integrasi lintas program.

Hasilnya, capaian penemuan kasus TBC pada 2017 melebihi target, yakni 465 penemuan kasus dari target 443.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id. (D2)